home
Pilgrimage Sites

GARABANDAL - Pesan Bunda Maria

San Sebastián de Garabandal (biasa disebut Garabandal), adalah sebuah desa kecil di pegunungan Peña Sagra, sebelah utara Spanyol. Lokasinya di Cantabria, sekitar 600m di atas permukaan laut. Garabandal berjarak 55 km dari Ibukota Cantabria, Santander, dan sekitar 400 km dari ibukota Spanyol, Madrid, dengan populasi sekitar 300 orang.

Pada tahun 1961-1965, terjadi penampakan Malaikat Mikael dan Bunda Maria kepada 4 anak bernama Mari Loli Mazón (lahir tanggal 1 Mei 1949 – 20 April 2009), Jacinta González (27 April 1949), Mari Cruz González (21 Juni 1950) and Conchita González (7 Februari 1949).

Penampakan terjadi sebanyak ribuan kali, menarik banyak orang dan bahkan sampai difilmkan dan diabadikan dengan kamera oleh banyak saksi.

Dua pesan penting

Di antara penampakan-penampakan itu, terdapat dua pesan Maria tentang pertobatan hati.

Yang pertama terdengar pada 18 Oktober 1961, yaitu bahwa kita harus banyak berkorban, melakukan penebusan dosa, dan mengikuti Sakramen Suci. Tapi sebelum itu, kita harus hidup dengan benar, atau akan ada penghukuman berat.

Lalu pada 18 Juni 1965, hanya Conchita yang mendengar pesan kedua, yaitu mengenai penghukuman. Cawan yang telah diisi sekarang telah meluap. Banyak pastor yang mengikuti jalan kehancuran dan mereka membawa serta banyak jiwa. Kita harus menyingkirkan murka Allah atas kita dengan usaha sendiri. Jikalau engkau meminta pengampunan dengan hati yang tulus, DIA akan mengampuni. Aku, Bundamu, melalui doa syafaat dari Santo Mikael ingin memberitahu bahwa engkau harus memperbaiki. Saat ini, engkau menerima peringatan terakhir. Aku sangat mengasihimu, dan tidak menginginkan penghukuman itu. Mintalah kepada kami dengan tulus hati, dan kami akan memenuhi permohonanmu. Engkau harus lebih berkorban. Merefleksikan hasrat hati Yesus.

Pesan kedua ini membawa kontroversi. Karena Conchita menulis banyak Kardinal, Uskup dan Pastor yang mengikuti jalan kehancuran. Ia dimintai verifikasi atas informasi ini berkali-kali, dan berkali-kali juga dia menyatakan bahwa Maria menekankan kepada pentingnya jabatan imam, dan lebih berfokus kepada para pastor dibandingkan orang yang menyaksikan penampakan tersebut.

Selain 2 pesan di atas, penampakan ini juga memprediksikan adanya peringatan, mujizat, dan penghukuman, jika tidak bertobat.

Sebuah mujizat kecil terjadi pada pagi hari di tanggal 19 Juli 1961. Anak-anak itu mengklaim seorang malaikat memberi mereka komuni.

Pada bulan Januari 1966, Conchita dipanggil ke Vatikan untuk diinterview oleh Kardinal Ottaviani.

Februari 1968, Conchita pergi ke Roma lagi, bertemu dengan Kardinal Francis Seper, lalu diterima oleh Paus. Tapi ia tidak mau mengatakan apapun tentang isi pembicaraannya dengan Paus.

 

Penampakan di Garabandal memang belum mendapatkan persetujuan resmi dari Vatican. Akan tetapi Paus juga tidak melarang jika ada umat yang ingin berziarah ke sini.

Albrecht Weber menulis buku Garabandal Der Zeigefinger Gottes (Garabandal: The Finger of God) di Garabandal pada 1993. Ia mengirimkan satu copy-nya ke Paus Yohanes Paulus II, yang kemudian meminta agar sekretarisnya Frater Stanislaus Dziwisz, untuk menulis surat ke penulis buku.

Dan lalu pada cetakan berikutnya di tahun 2000, pada halaman 19, tertulis pesan Paus sebagai berikut:

Semoga Tuhan membalas engkau atas semua hal yang engkau lakukan terutama atas kasihmu yang sedemikian rupa sehingga engkau membuat peristiwa di Garabandal menjadi dikenal lebih banyak orang. Kiranya pesan Bunda Allah masuk ke dalam setiap hati sebelum terlambat. Sebagai ekspresi syukur dan sukacita, Bapa Suci memberimu berkat kerasulan.

Weber menulis, “Dari tulisan tangan dan tanda tangan Paus, dapat terlihat jelas betapa dalamnya minat Paus akan peristiwa penampakan di Garabandal, dan keinginannya agar disebarluaskan dengan baik.

Pada 23 Juli 1988, ketika audiensi khusus dengan Paus di Vatican (hari Sabtu, biasanya diadakan hari Rabu), Pater Robert memperkenalkan Mari-Loli dan keluarganya kepada Sri Paus.

Michael Brown, dalam bukunya yang berjudul “The Final Hour”, di halaman 141 menceritakan bahwa Padre Pio memercayai apa yang telah terjadi di Garabandal.

Joey Lomangino juga menceritakan yang sama mengenai Padre Pio yang percaya akan peristiwa di Garabandal.

Ibu Teresa, berkata, “Pada 1970, ketika pertama kali aku mendengar tentang Penampakan di San Sebastian de Garabandal, dari awal aku merasa bahwa peristiwa itu sungguh nyata.”

 

(HOPE TRAVEL JAKARTA - DARI BERBAGAI SUMBER)

 

 

Pilgrimage Sites lainnya