home
Pilgrimage Sites

ASSISI

Assisi adalah sebuah kota kecil di Provinsi Perugia, Italia, namun terkenal menjadi tujuan wisata rohani Umat Katolik karena di kota ini lahir Santo Fransiskus, pendiri Ordo Fransiskan pada tahun 1208 dan Santa Clare (Chiara d’Offreducci), pendiri “Poor Sisters”, yang kemudian menjadi Ordo “Poor Clares setelah ia meninggal. Di sini, kita dapat mengunjungi Basilika St Fransiskus Assisi, dan Gereja Santa Chiara atau Santa Klara.



SANTO FRANSISKUS DARI ASSISI


Ia terlahir dari keluarga kaya dengan nama Giovanni Bernardone, atau biasa dikenal dengan nama Fransiskus (bahasa ItaliaFrancesco). Ayahnya, Pietro, adalah seorang pedagang pakaian.

Ia menghabiskan masa mudanya dengan banyak membaca buku, dalam berbagai bahasa, termasuk Latin. Namun ia juga dikenal sebagai peminum dalam komunitasnya bersama teman-temannya sesama anak bangsawan.

Satu ketika ia berjumpa dengan seorang pengemis ketika sedang bermain bersama teman-temannya. Sementara yang lain tidak ada yang peduli kepada pengemis itu, Fransiskus justru memberikan semua yang ada dalam kantongnya. Untuk “kemurahan” ini, ia menerima makian, dan olokan dari teman-temannya, serta amarah ayahnya.

Pada 1201 ia mengikuti perang melawan Perugia, dan lalu menjadi tawanan selama 1 tahun. Perubahan hidupnya kemungkinan besar berhubungan dengan pengalaman-pengalaman ini. Ia lalu lebih banyak menghabiskan waktu dengan menyendiri, memohon penerangan kepada Tuhan.

Satu ketika ia mengambil dan merawat seseorang yang menderita penyakit kusta. Dan setelah berziarah ke Roma, mengemis di pintu gereja untuk orang-orang miskin, Fransiskus menerima penglihatan. Ia mendengar suara yang memanggilnya untuk memulihkan Gereja Tuhan yang rusak. Pikirnya, tentu saja gereja yang dimaksud adalah Gereja St Damianus yang kondisinya memang rusak, di dekat Assisi. Untuk ini, ia menjual kudanya dan sejumlah kain dari toko ayahnya, lalu memberikan hasilnya kepada seorang Pastor untuk maksud tersebut. Ayahnya marah besar dan mencoba menyadarkannya. Pertama dengan ancaman, Lalu dengan hukuman badan.

Namun setelah percakapan terakhir di hadapan seorang uskup, Fransiskus akhirnya menolak semua keinginan ayahnya, bahkan menyingkirkan kain yang diterima dari ayahnya, dan untuk sementara ia menjadi pengelana gelandangan di perbukitan sekitar Assisi. Setelah itu ia kembali ke kotanya dan menghabiskan dua tahun untuk memulihkan beberapa gereja yang telah runtuh, di antaranya adalah kapel kecil St Maria para Malaikat, Assisi, sedikit di luar kota, yang kemudian menjadi tempat tinggal kesukaannya.

 

Santo Fransiskus adalah Santo pelindung bagi lingkungan hidup
Menurut legenda, St Fransiskus dapat berkhotbah kepada burung-burung dan binatang-binatang lain, selain kepada manusia. Kini ia dikenal sebagai santo pelindung bagi binatang dan lingkungan hodup. Patungnya seringkali diletakkan di taman untuk menghormati minatnya terhadap alam. Pestanya dirayakan pada tanggal 4 oktober.

 

Pengikut lain dari St Fransiskus adalah St. Klara dari Assisi
St klara adalah seorang perempuan yang tertarik akan pemberitaan dan kehidupan St Fransiskus. Belakangan ia mendirikan sebuah ordo yang mirip dengan ordo Fransiskan khusus untuk perempuan yang dinamai St Klara atau para Klaris. Selain Klaris, di Indonesia juga hidup dan berkarya para pengikut St Fransiskus dari Assisi yang tergabung dalam Ordo Ketiga Reguler dan Ordo Ketiga Sekuler.

 

HOPE TRAVEL JAKARTA - Dari berbagai sumber

Pilgrimage Sites lainnya