home
Pilgrimage Sites

Tembok Ratapan (Wailling Wall)

Tembok ratapan adalah tempat yang penting dan dianggap suci oleh orang Yahudi. Sesungguhnya ini adalah sisa dinding Bait Suci di Yerusalem yang dibangun oleh Raja Herodes. Bait Suci itu hancur ketika orang-orang Yahudi memberontak kepada kerajaan Romawi pada tahun 70 Masehi. Panjang tembok ini aslinya sekitar 485 meter, dan sekarang hanya tersisa 60 meter. Orang Yahudi percaya bahwa tembok ini tidak ikut hancur sebab di situlah berdiam “Shekhinah” (kehadiran Ilahi), Jadi, berdoa di situ sama artinya dengan berdoa kepada Tuhan.

Tembok ini dulunya dikenal hanya sebagai Tembok Barat, tetapi kini disebut “Tembok Ratapan” karena disitu orang Yahudi berdoa dan meratapi dosa-dosa mereka dengan penuh penyesalan. Selain mengucapkan doa-doa mereka, orang Yahudi juga meletakkan doa mereka yang ditulis pada sepotong kertas yang disisipkan pada celah-celah dinding itu. Dinding dibagi dua dengan sebuah pagar pemisah untuk memisahkan laki-laki dan perempuan. Orang Yahudi Ortodoks percaya bahwa mereka tidak boleh berdoa bersama-sama dengan kaum perempuan.

Tembok ini dianggap situs sakral oleh orang Yahudi dan ribuan orang berziarah di sana setiap tahun. Selain itu, situs ini juga merupakan sumber sengketa antara orang Yahudi dan Muslim. Orang Muslim menganggap tembok ini menjadi bagian dari masjid kuno dan tempat Nabi Muhammad mengikat kuda bersayapnya selama perjalanan Isra Miraj.

Selama lebih dari 3.500 tahun, Yerusalem berulang kali dikuasai oleh berbagai penakluk yang berbeda. Penguasa Tembok Ratapan terus menjadi titik pertikaian hingga abad ke-20 dan awal abad ke-21. Pemimpin Arab mengontrol wilayah Tembok Ratapan selama bagian pertama abad ke-20. Namun dengan berdirinya Negara Israel, bangsa Yahudi menguasai tembok tersebut pada tahun 1967.

Meskipun tetap terjadi permusuhan antara Yahudi dan Muslim, Tembok Ratapan telah menjadi situs rekonsiliasi antara Yahudi dan Katolik. Pada tahun 2000, Paus Yohanes Paulus II menjadi Paus pertama yang berdoa di Tembok Ratapan. Paus juga meminta maaf akibat penganiayaan Katolik terhadap Yahudi selama berabad-abad.

 

(HOPE TRAVEL JAKARTA - DARI BERBAGAI SUMBER)

Pilgrimage Sites lainnya