home
Pilgrimage Sites

PETRA-The Rose Red City

Berikut situs-situs terbaru yang diumumkan sebagai tujuh keajaiban dunia yaitu Chichen Itza di Mexico, Christ the Redeemer di Brazil, Colosseum di Italia, Great Wall di Cina, Machu Picchu di Peru, Taj Mahal di India dan Petra di Yordania.

Yordania adalah sebuah negara di Timur Tengah, terletak di antara laut merah dan laut mati. Disebut juga sebagai a locked-land atau tanah terkunci karena diapit oleh empat negara lainnya yaitu Israel, Suriah, Irak dan Arab Saudi. Seperti negara-negara di Timur Tengah lainnya, Yordania juga negeri padat sejarah. Bisa dibilang Yordania adalah tempat pemukiman awal manusia dengan peradaban klasik dari Yunani, Roma dan Persia, relik yang tersebar di seluruh lanskap Yordania.

 

Petra, Lost City. Found.

Petra adalah kota kuno paling spektakuler yang tersisa di dunia modern. Ditempuh sekitar empat jam dari ibukota Amman, tepatnya di padang pasir pegunungan Wadi Araba.

Petra terkenal dengan sebutan ‘The Rose Red City’ karena berlokasi di daerah yang terkenal dengan kota pahatan batu berukir di atas tebing yang menjulang tinggi dikelilingi perbukitan pasir berwarna merah.

Pertama kali didirikan pada abad ke-6 SM oleh Nabataean Arab, seorang suku nomaden, yang menggunakan Petra sebagai benteng perlindungan terhadap musuh. Selain terdapat kuil-kuil peninggalan jaman Romawi terdapat juga kuburan dengan bangunan rumit dari batu padat berusia 3000 tahun lalu.

Selama berabad-abad, Petra jatuh kedalam kabut legenda, keberadaannya dirahasiakan dan hanya diketahui oleh orang Badui lokal dan pedagang Arab. Sampai akhirnya, pada tahun 1812, seorang negarawan asal Swiss bernama Johann Ludwig Burckhardt mendengar penduduk setempat berbicara tentang sebuah “kota yang hilang” yang tersembunyi di pegunungan Wadi Mousa. Burckhardt menyamar sebagai peziarah mencari kurban di makam Harun. Ia berhasil menerobos rahasia Petra dan sejak itu Petra dibuka kepada dunia. Kemudian, UNESCO memberikan penghargaan World Heritage. Menjadikan Petra sebagai salah satu kekayaan budaya paling berharga warisan manusia.

Dari pintu masuk (The Siq) menuju situs Petra terdapat Wadi Musa (The Valley of Musa) dengan tonjolan batu kecil. Di kiri dan kanan jalan terlihat beberapa makam Nabataean terukir di batu kering.

Dari luar terlihat dinding-dinding batu pasir menjulang tinggi di sebelah kiri, dan kemudian masuk ke celah sempit menuju pintu masuk ke Siq, rute utama ke Petra. Dinding Siq dilapisi dengan saluran air minum yang menuju ke kota, dengan sebuah bendungan di sebelah kanannya yang konon adalah tempat arus yang dialihkan melalui terowongan untuk mencegah banjir.

Jalanan The Siq yang berliku dulunya beraspal, namun sekarang sebagian besar telah ditutupi pasir lembut. Dinding-dinding tinggi menutup keluar masuknya sinar matahari menjadikan terowongan sedikit gelap. Tiba pada ujung the Siq melalui celah bebatuan, muncullah kota Petra yang spektakuler! Terlihat facade atau bagian depan bangunan utama Petra, yaitu Khazneh. Ini adalah bangunan pertama yang menyambut pengunjung yang datang melalui Siq.

Khazneh, dinding tebing bebatuan pasir dengan tinggi 40m berasal dari legenda sebagai tempat persembunyian harta karun. Di bagian depan terdapat sebuah ruangan persegi besar dengan sudut-sudut dan dinding yang berhadapan dengan ukiran hiasan khas makam di Petra.


Dari tempat yang megah ini, kita dapat berbelok ke kanan, melewati beberapa bangunan Khazneh yang lebih kecil, teater, dan makam pada batu-batu yang lebih tinggi. Dengan mudah kita dapat memanjat naik ke atas bukit ketempat pengorbanan atau Al Madbah, Pemandangan luas dan bebas keseluruh wilayah Petra bisa kita nikmati disini.

Sangat mudah untuk memahami mengapa tempat ini disebut Petra, yang berasal dari batu dalam bahasa Yunani. Menuruni lembah akan membawa kita ke pusat kota, dengan sisa-sisa kuil, pasar, nymphaeum, istana dan sebuah gereja. Namun adalah mustahil untuk bersembunyi dari terik matahari di area ini, sebab kita berada di dataran terbuka Petra.

Setelah kota kuno Petra, kita dapat mencapai sisi lain wadi. Dimana, terdapat restoran dan dengan menumpang kuda yang disediakan oleh orang-orang Badui lokal kita dapat naik ke Makam Singa, yang lokasinya sedikit tersembunyi dari jalan utama dan tidak sering dikunjungi oleh para turis, dan selanjutnya ke Biara. Di tempat ini sangat bagus untuk beristirahat sambil menikmati pemandangan dan mengagumi keindahan arsitektur bangunan Biara.

Saat pulang, sebaiknya berjalan kembali sebelum matahari terbenam, supaya dapat melihat keindahan warna batu pegunungan yang telah berubah menjadi bersinar kemerahan. Sangat cantik!

 

(HOPE TRAVEL JAKARTA - DARI BERBAGAI SUMBER)

Pilgrimage Sites lainnya