home
Pilgrimage Sites

KLOMPEN


“Klompen” berasal dari bahasa Belanda yang artinya sepatu kayu dan sudah populer di negeri ini sekitar 700 tahun lalu. Pemakainya menganggap sepatu ini terasa hangat dipakai ketika musim dingin, dan sejuk ketika di musim panas. Selain itu, kayu sebagai bahan dasar sepatu membuatnya dapat menyerap keringat sehingga kaki tidak terasa lembab.


Sepatu kayu yang menjadi ikon kebudayaan Belanda ini muncul karena tradisi lelaki muda Belanda yang menghadiahkan kepada wanita yang akan dilamarnya dengan sepasang ukiran sepatu kayu.

Sebenarnya sepatu kayu ini mulai dibuat secara keseluruhan dari kayu untuk melindungi seluruh bagian kaki. Sepatu kayu ini biasa dipakai oleh para petani, nelayan, pekerja pabrik, pekerja tangan yang ahli, untuk melindungi kaki mereka dari paku, kail pancing dan peralatan lain yang tajam yang mana biasanya alat-alat ini bisa menembus sepatu boot. Ketika berada di perahu, dermaga atau area berlumpur sekalipun, sepatu kayu ini akan menjaga kaki kita tetap kering. 


Selain itu, sepatu kayu ini juga dipakai sebagai salah satu bagian kostum tradisional yang tidak boleh ketinggalan, yaitu untuk tarian sepatu kayu atau sering disebut dengan Klompendanskunst. Sepatu kayu untuk tari ini dibuat berbeda sehingga terasa lebih ringan. Bagian alasnya dibuat dari kayu pohon dan bagian atasnya dipotong lebih rendah hingga pergelangan kaki. Penari membuat sebuah irama dengan cara mengetukkan ujung kaki dan tumit pada lantai kayu.


Saat ini sepatu kayu ini hampir kebanyakan dibuat menggunakan mesin. Saat ini tidak banyak para pembuat sepatu kayu ini. Mereka bisa ditemui di beberapa area kunjungan wisatawan di Belanda. Para pengrajin ini mempertunjukkan banyak alat yang mereka gunakan dan bagaimana mereka memilih batang pohon atau batang kayu berdasarkan ukuran sepatu yang akan mereka buat.

Biasanya kayu sycamore, alder, willow dan poplar digunakan untuk sepat kayu buatan tangan, dan untuk birch digunakan untuk buatan mesin. Sepatu kayu buatan Belanda ini harus melewati uji yang ketat antara lain untuk mengukur bagaimana sepatu ini bertahan pada tingginya suhu dan beratnya beban. Serikat pekerja pembuat sepatu kayu ini sudah ada sejak tahun 1570 di Belanda.


Sepatu kayu ini dibuat polos, diwarnai dengan cat dan diukir. Seniman pertama yang mengecat sepatu ini adalah Pieter Brueghel the Elder pada tahun 1550. Setiap bulan Juni, perkumpulan baseball Amerika dari The Hague mensponsori sebuah pertandingan baseball Amerika dimana kedua tim tersebut bermain dengan menggunakan sepatu kayu (clogs).

 

HOPE Travel Jakarta-dari berbagai sumber

Pilgrimage Sites lainnya