home
Pilgrimage Sites

RATU HELENA DAN KAISAR CONSTANTINE

Ratu Helena adalah ibu dari Kaisar Konstantinus Agung. Helena pada awalnya hanyalah anak dari seorang penjaga penginapan. Ketika masih muda, Ia bertemu dengan seorang jendral Romawi dan mereka menikah. Anak dari perkawinan mereka bernama Konstantinus.

Beberapa tahun kemudian, jendral Romawi tersebut ditunjuk sebagai kaisar sehingga menceraikan Helena dengan alasan politis, yakni supaya bisa mengawini putri kaisar terdahulu. Helena menjadi orang biasa lagi. 13 tahun kemudian, Konstantinus, anak Helena menjadi Kaisar menggantikan ayahnya. Ia mengharuskan setiap orang Romawi menghormati Helena sehingga wajahnya dicetak pada mata uang.

Ketika Konstantinus mengakui agama Kristen di seluruh kekaisaran Romawi, Helena mulai mempelajari ajaran-ajaran agama Kristen dan memutuskan untuk memeluk agama Kristen. Setelah itu, ia bekerja demi gereja dan menjelajahi Palestina untuk membangun banyak gereja. Ia terkenal karena keramahannya kepada para tawanan, tentara, dan kaum miskin. Ia wafat pada tahun 330 dalam usia sekitar 80 tahun.

Helena sering digambarkan memeluk sebuah salib oleh sebab itu menurut tradisi, Helena merupakan orang yang menemukan relik Salib Sejati (yang dianggap sebagai bagian dari salib Yesus Kristus yang asli) di Yerusalem.

Sekitar tahun 326, kuil Jupiter Capitolinus dirobohkan dan para pekerja mulai menggali area. Mereka menemukan sisa-sisa makam yang dilaporkan sebagai makam Tuhan Yesus. Mereka membangun sebuah tempat ziarah baru di atas makam, yang kemudian mengalami perubahan-perubahan selama berabad-abad, tetapi sekarang berdiri Gereja Makam Suci di Yerusalem. Kuil Venus juga dirobohkan, dengan demikian menyingkapkan tempat di mana Kristus disalibkan.

Kaisar Konstantin sendiri menulis kepada St Macarius, Uskup Yerusalem, menginstruksikan agar diadakan pencarian salib di Bukit Kalvari. Seorang Yahudi terpelajar bernama Yudas tampaknya memiliki pengetahuan mengenai hal ini dan didesak untuk membantu. Persis di sebelah timur lokasi, ditemukan tiga salib dalam sebuah waduk batu, berikut titulus (prasasti kayu di mana tertulis Iesus Nazaranus Rex Iudaeorum/INRI). Kemudian, muncul pertanyaan, “Yang manakah salib Kristus?”

Ketiga salib dan titulus dipindahkan dari waduk batu.

Seorang perempuan, yang sedang menghadapi ajal karena suatu penyakit yang mematikan, dibawa kesana. Ia menyentuh ketiga salib satu per satu. Setelah ia menyentuh salib ketiga, sekonyong-konyong ia sembuh, dengan demikian menyatakan salib yang asli.

Sumber-sumber lain juga menyebutkan mengenai penemuan alat-alat siksa Sengsara Yesus sesudahnya. Dan yang paling penting, St Ambrosius menyampaikan khotbahnya bahwa ketika St Helena menemukan salib yang asli, “ia tidak menyembah kayu, melainkan Raja, yaitu Dia yang tergantung pada kayu salib. Ia berkobar-kobar dalam kerinduan sejati untuk menyentuh jaminan hidup abadi.”

Pesta Salib Suci dirayakan pada tanggal 14 September.

 

HOPE TRAVEL JAKARTA – DARI BERBAGAI SUMBER

 

 

Pilgrimage Sites lainnya