home
Pilgrimage Sites

Santiago de Compostela dan St Yakobus


Katedral Santiago de Compostela yang berdiri megah di Kota Santiago, di daerah Galisia, Spanyol, merupakan salah satu tempat peziarahan paling kuno bagi umat Kristiani, dan telah menjadi tujuan peziarahan sejak ribuan tahun silam.

Berziarah ke sini adalah peziarahan napak tilas perjalanan St Yakobus yang memberitakan Injil ke Eropa.

Berikut beberapa istilah yang berhubungan dengan Santiago de Compostela:

  1. Camino de Santiago (bahasa Spanyol) atau The Way of St James (bahasa Inggris), artinya rute-rute yang dapat dilalui untuk menuju tempat ini.
  2. Santiago, adalah nama lain dari St Yakobus, Rasul yang dipercaya sebagai santo pelindung di Spanyol.
  3. Compostela, berasal dari bahasa Latin “Campus Stellae” yang artinya “the field of stars” (hamparan bintang-bintang). Sesuai dengan langit kota Santiago yang sangat indah di malam hari, berhiaskan gugus-gugus bintang.
  4. Kulit Kerang, merupakan simbol dari Santo Yakobus. Konon sesudah kepala Rasul Yakobus dipenggal, jenazah bersama kepalanya yang berdarah dibawa oleh murid-muridnya dari Spanyol ke pantai Laut Tengah. Jenazah sang martir itu digotong ke sebuah perahu yang kebetulan tertambat di pinggir laut. Bersama kedua muridnya yang ikut naik, perahu yang tak terkemudi itu digerakkan oleh angin dan arus ke arah barat. Sampailah perahu itu di Semenanjung Iberia atau Spanyol. Konon selama perjalanan laut tersebut, jenazah Yakobus dilapisi oleh kerang-kerang dari suatu jenis yang dapat dimakan (Scallop Shell). Kulit kerang ini juga melambangkan banyaknya rute yang akhirnya menyatu di Santiago de Compostela. Seperti pepatah "Banyak jalan menuju Roma", begitu juga berlaku untuk Santiago, many roads lead to Santiago.


Legenda

Pada tahun 44 sesudah Masehi, Rasul Yakobus kembali ke Yudea setelah menjalani tugas misionarisnya. Ia lalu ditangkap dan dipenggal kepalanya oleh Raja Herodes Agrippa. Sang raja melarang tubuh Yakobus dikuburkan.


Pada malam hari, jasadnya dicuri oleh para muridnya, lalu disimpan dalam sebuah sarkofagus (peti jenazah dari batu yang biasa digunakan pada zaman Romawi). Peti ini lalu diletakkan di dalam sebuah kapal kecil, dan terbawa arus laut sampai ke pantai Spanyol, di Iria Flavia. Lalu murid-muridnya memakamkan jasadnya di sebuah bukit, dan terlupakan hingga berabad-abad lamanya.

Pada abad ke-9, sekitar tahun 813, seorang pertapa bernama Pelagius melihat sebuah bintang besar yang bersinar sangat terang, dikelilingi cahaya bintang-bintang yang lebih kecil. Dia melaporkan penglihatannya itu kepada uskup di Iria Flavia, Teodomiro. Dengan panduan dari bintang-bintang yang bersinar di langit di lokasi tempat Katedral Santiago de Compostela kini berdiri, sang uskup menemukan sebuah makam berisi 3 jasad, yakni jasad Santo Yakobus dan 2 orang pengikutnya.

Raja Alfonso II yang kala itu berkuasa di Spanyol menyatakan Santo Yakobus sebagai pelindung kerajaannya. Dia membangun sebuah kapel di atas makam itu sebagai penghormatan bagi Santo Yakobus. Masyarakat setempat percaya bahwa Santo Yakobus telah melakukan berbagai mujizat dan penampakan setelah itu. Pada sekitar abad XII-XIII, Paus Alexander III mendeklarasikan Santiago sebagai kota suci, sama seperti Roma dan Yerusalem.

(HOPE TRAVEL JAKARTA - dari berbagai sumber)

 

Pilgrimage Sites lainnya