home
Pilgrimage Sites

MANOPPELLO

Manoppello adalah sebuah kotamadya di Propinsi Pescarra, Italia. Menjadi terkenal karena salah satu gereja di sini, yaitu Gereja Volto Santo, menyimpan kain kerudung tipis dengan gambar wajah di atasnya. Kain ini identik dengan kain kerudung milik Veronika yang digunakannya untuk membasuh wajah Yesus. Lebar dan panjang kain adalah 17,5 cm dan 24 cm.

Di dalam sebuah gereja kecil yang sudah agak modern, di atas altarnya, terlihat sebuah relikwi di pajangan perak. Di bagian tengah dalam pajangan itu terdapat kain linen putih yang tembus pandang, berukuran 17 x 24 cm. 


Dari jauh, kerudung itu tidak nampak jelas. Sangat tipis sehingga tembus pandang. Tapi jika didekati, sedikit demi sedikit kerudung itu mulai berwarna dan seraut wajah lelaki yang menderita mulai kelihatan. Dia nampak kelelahan. Tanda2 pukulan yang menimpanya terlihat jelas, memar dan bekas luka2 di dahi, gumpalan darah beku di hidungnya, satu biji mata yang membengkak. Tetapi, disamping bukti tanda2 penyiksaan dan kesakitan, wajahnya memancarkan kedamaian seorang yang menjalani penderitaan dengan kesabaran.

 

Sejarahnya
Menurut legenda kuno/apokrip dari Kejadian Pilatus (abad ke-6), seorang wanita saleh bernama Veronika, mengeringkan/mengusap wajah Kristus di jalan menuju Kalvari. Hasilnya; seraut wajahnya tergambar di atas kain. 


Banyak kritisi menanyakan nama "Veronica" yang nampak kacau dari kata2 dalam bahasa Yunani dan Latin "vera icona" (yaitu "lambang yang sebenarnya" atau "gambaran yang asli"), telah digunakan dalam abad pertengahan untuk mengartikan mukjizat gambar Yesus.

Kisah mengenai Kerudung Veronika bertahan dan berkembang menjadi bagian dari kepercayaan Katholik yang terkenal. Pada awal tahun 300-an, terdapat dokumen2 yang menyatakan keberadaan kerudung, tetapi hanya pada abad pertengahan hal ini dengan tegas dikaitkan dengan Penderitaan Yesus Kristus.

Dalam kesempatan pada awal Tahun Suci 1300, Kerudung Veronika dipamerkan secara umum dan menjadi "Mirabilia Urbis" (keajaiban kota) kepada para peziarah yang mengunjungi Roma.

Banyak catatan menggambarkan keindahan kain kerudung tsb -- sangat bagus sehingga semilir angin bisa tembus -- lukisan pada kedua sisi kain dengan hidup menggambarkan seseorang dengan mata yang terbuka, wajah yang sangat menderita dengan bintik2 darah yang jelas.

Seorang pria bernama Pfeiffer berargumen bahwa Kerudung Veronika telah dicuri dari Vatikan pada tahun2 setelah Tahun Suci 1600, ketika basilika St.Petrus kacau balau dalam tahap pembangunan-ulang, dan dia mencatat bahwa kerudung itu muncul di Manopello pada masa itu.

Penelitian sejarah baru-baru ini menunjukkan bahwa tahun 1608, selama restorasi St. Petrus dibawah Paus Paulus ke V (1605 - 1621), kapel dimana kerudung Veronika disimpan telah dibongkar. Pfeiffer berpikir bahwa bisa saja kerudung tsb telah dicuri saat itu.

Pfeiffer mencatat bahwa Paus Paulus V pada tahun 1616, melarang tiruan dari kerudung Veronika dibuat dengan ukuran/norma dari Basilika St.Petrus. Dia berargumen hal ini memberi kesan bahwa benda peninggalan ini tidaklah berada di Vatikan lagi. Kenyatannya, semua tiruan yang dibuat setelah periode ini menunjukkan lukisan Kristus dengan mata tertutup, walaupun lukisan awalnya memperlihatkan Kristus dengan mata terbuka.

Urban/yang berkenan ke-VIII (Paus di th 1623 - 1644) tidak hanya melarang repro kerudung Veronika, tetapi juga memerintahkan seluruh tiruannya dimusnahkan. Pfeiffer mendesak bahwa tindakan ini juga memberi kesan bahwa kerudung tsb telah hilang atau dicuri.

Pada tahun 1618, Giacomo Grimaldi seorang juru arsip Vatikan telah membuat daftar harga benda2 yang disimpan di St Petrus yang lama. Dalam daftarnya; terdapat relikwi penyimpan kerudung Veronika. Namun dia menulis relikwi penyimpan dari kaca kristal itu telah pecah. (Pffeifer mencatat bahwa pada kerudung di Manoppelo itu, di sudut bawahnya terdapat pecahan kaca).

Pfeiffer tidak memiliki teori tentang bagaimana kerudung tsb dibawa ke Manoppello. Menurut laporan yang ditulis tahun 1646 oleh frateran Kapusin, Donato da Bomba, pada tahun 1608 Marzia Leonelli, untuk menebus suaminya dari penjara, telah menjual kerudung Veronika yang diperolehnya sebagai mas kawin, seharga 400 scudi (mata uang kuno Itali) kepada Donato Antonio de Fabritiis. Karena peninggalan tsb dalam keadaan yang tidak baik, setelah 30 tahun, de Fabritiis memberikannya, pada tahun 1638 kepada frateran Kapusin di Manoppello.

Frater Remigio da Rapino memotong permukaan kerudung dan menyesuaikannya pada kedua sisi kaca yang dibingkai dengan kayu chesnut--kaca dan bingkai yang masih dapat ditemukan hari ini.

HOPE TRAVEL JAKARTA - dari berbagai sumber

Pilgrimage Sites lainnya