home
Pilgrimage Sites

Santa Teresa dari Avila

Pada tanggal 28 Maret 1515, lahirlah seorang anak perempuan dari keluarga bangsawan di Avila, Spanyol Tengah, dan diberi nama Teresa Sanchez Cepeda Davila y Ahumada.

Masa kecil Teresa sangat taat kepada agama. Pada usia 7 tahun ia bersama kakaknya Rodrigo berniat pergi ke Afrika untuk mempertobatkan orang-orang Moor. Namun, rencana ini gagal karena pamannya menghadang di tengah perjalanan dan membawa mereka pulang.


Sewaktu beranjak dewasa Teresa tumbuh menjadi wanita cantik yang pesolek. Hal ini membuat ayahnya yang relijius cemas sehingga Teresa dimasukkan oleh ayahnya ke dalam sekolah putri yang dikelola Suster-suster St. Agustinus. Di sini Teresa mendapatkan didikan dalam disiplin yang keras.

Suatu ketika Teresa jatuh sakit dan tidak kunjung sembuh, sehingga harus kembali tinggal di rumah. Di saat inilah, Teresa kembali menjadi relijius, sampai akhirnya ia masuk ke dalam Ordo Karmel di Avila, dimana ia mengucapkan kaulnya pada tahun 1534.

Teresa lalu membaca buku “Pengakuan St. Agustinus”, yang membuatnya lalu menyadari bahwa semangat spiritualitas ordo Karmel telah jauh menyimpang dari yang dikehendaki Tuhan.

Pada tahun 1560 Teresa mendapatkan penglihatan mengenai penderitaan orang-orang di neraka, yang membuat tekadnya makin kuat untuk menjalani hidup spiritualitas yang benar dengan melayani Yesus sepenuhnya.

Pada tahun 1562 Teresa mulai memperbaharui semangat spiritualitas Karmel sebagaimana yang ditetapkan dalam peraturan ordo pada mulanya, meskipun untuk itu ia harus menghadapi tentangan dan hambatan dari berbagai pihak dan sering mengalami pengalaman-pengalaman mistik, serta mendapat berbagai penglihatan. Ia juga berkali-kali mendapatkan godaan setan yang muncul dalam berbagai bentuk.

Teresa tetap setia menjalankan berbagai tugasnya sebagai pemimpin biara, pembimbing rohani, dan penulis. Berbagai bukunya yang terkenal antara lain, “Autobiografi”, “Jalan Kesempurnaan”, dan karya terbesarnya “Puri Batin” yang judulnya diberikan sendiri oleh Tuhan Yesus.

Pada tanggal 4 Oktober 1582, pada saat mengunjungi Biara Karmel di Alba de Tormes, Teresa meninggal dunia karena berbagai penyakit yang ia derita. Tubuhnya yang semasa hidup memang sering mengeluarkan keharuman, pada saat kematiannya keharuman yang sama semakin terasa dan menyebar sampai jauh sehingga menimbulkan kecurigaan para suster lain.

Mereka lalu ingin melihat kondisi jasad Teresa, setelah mendapat ijin dari provinsial Ordo Karmel, Romo Jerome Gracian, ketika ia berkunjung ke biara tersebut, peti Teresa dibuka pada tanggal 4 Juli 1583 (sembilan bulan setelah kematiannya). Ternyata tubuhnya masih tampak segar, seolah baru dimakamkan, kata Romo Francisco de Ribera.

Beberapa biara merasa berhak atas jasad Teresa sehingga makamnya sempat beberapa kali dipindahkan. Bahkan beberapa bagian tubuhnya juga dibagi-bagikan kepada beberapa biara dan gereja di seluruh Eropa.

Pada tahun 1872, jantung dari St. Teresa diperiksa secara medis oleh peneliti dari Universitas Salamanca, mereka sepakat bahwa ini merupakan kasus keajaiban karena jantung tersebut tetap awet tanpa bahan pengawet apapun. Demikian juga ketika makam dibuka terakhir kalinya pada tahun 1914, tubuhnya dilaporkan masih tetap dalam kondisi baik sebagaimana pemeriksaan sebelumnya.

St Teresa dari Avila kemudian dikanonisasi pada tahun 1622, dan pada tahun 1970 secara resmi diangkat sebagai Pujangga Gereja oleh Paus Paulus VI.

Sumber: https://globalnet.nu/lumen/mujizat

Pilgrimage Sites lainnya