home
Pilgrimage Sites

BASILIKA ST PIUS X DI LOURDES

Basilika St Pius X dikenal sebagai Basilika Bawah Tanah. Adalah sebuah gereja Katolik Roma dan merupakan Basilika Minor yang berlokasi di kota Lourdes, Perancis. Gereja ini adalah bagian dari Sanctuary of Our Lady of Lourdes (Basilika Rosario di Lourdes) dan merupakan salah satu gereja terbesar yang diilhami oleh penglihatan akan Yesus dan Maria.

Lourdes sendiri merupakan tempat peziarahan umat Katolik yang terkenal sejak penampakan Bunda Maria kepada seorang anak kecil bernama Bernadette Soubirous.  

Basilika St Pius X ini menjadi gereja terbesar dan paling kontroversial dari gereja di Lourdes ini. Selesai pembangunannya pada 1958 sebagai antisipasi akan kedatangan banyak peziarah ke Lourdes pada 100 tahun perayaan penampakan.

Adalah seorang arsitek bernama Pierre Vago yang merancang gedung beton yang modern dan sebagian besar bagiannya berada di bawah tanah (di bawah Boulevard Père Rémi Sempé) ini.

Bagian tengahnya oval, panjang 191 meter dan lebar 61 meter, dan lantainya makin naik ke atas mulai dari pusat, yaitu dari tempat kudus di atas panggung. Langit-langitnya rendah, hanya setinggi 10 meter, dan ditopang oleh 58 pilar beton yang terhubung ke 29 balok beton yang melintasi langit-langit, memberi kesan sebuah kapal terbalik. Desain ini menciptakan ruang terbuka yang sangat besar, seluas 12.000 meter persegi, supaya dapat terlihat dari setiap sudut.

Gedung ini dapat menampung sampai 25 ribu pengunjung.  Dan memiliki 52 gambar di dindingnya yang terbuat dari kaca patri. Di bagian barat terdapat 15 gambar Misteri Rosario, di bagian timur 15 stasi Penyaliban Kristus hasil karya Denys de Solere. Di bagian yang lebih rendah di sisi timur terdapat kisah "Bernadette's Way of Light", berdasarkan sketsa buatan René Margotton, yang menggambarkan kedelapan belas penampakan bersama dengan dua adegan dari hidup Bernadette. Dan ada 2 gambar lagi di setiap sisi pintu masuk ke sakristi.  

Konsekrasi Basilika diadakan pada 25 Maret 1958 oleh Angelo Cardinal Roncalli, yang pernah menjadi Papal Nuncio di Perancis, lalu Patriarch of Venezia, dan kemudian Paus Yohanes XXIII.  Tahun konsekrasi ini dipilih untuk merayakan ulang tahun ke-100 dari 18 penampakan Bunda Maria kepada Santa Bernadette.   

Namun ada beberapa kekurangan dari desain gereja ini. Pertama, gedung gereja cenderung sangat dingin dan berangin, sehingga walaupun banyak pemanas dipasang di dalam gereja tetap saja tidak dapat menghangatkan para pengunjung yang ada di dalamnya.

Kedua, meskipun tidak terlalu banyak tiang sehingga pandangan seluruh pengunjung tidak terhalang, namun bagi yang duduk di belakang, tetap saja kesulitan untuk melihat acara yang ada di bagian tengah gedung karena jaraknya yang terlalu jauh. Untuk ini di dalam gereja telah dipasang beberapa layar besar yang menayangkan secara langsung acara di dalam gereja serta menyediakan terjemahan dalam berbagai bahasa.  

Struktur gedung dengan dinding dan lantai beton yang padat juga telah menciptakan banyak gema yang tidak dapat dihindari, dan akustik bangunannya sangat buruk. Sehingga meskipun banyak pengeras suara dipasang, tetap saja di banyak bagian gedung, suara pemimpin acara tidak jelas terdengar.  

Sumber: Wikipedia

Pilgrimage Sites lainnya