home
Pilgrimage Sites

STELLA MARIS

Gereja dan biara yang sekarang ada ini dibangun atas perintah Bruder Cassini pada tahun 1836. Dan 3 tahun kemudian Paus Gregorius XVI menganugerahi gelar Basilika Minor, dan sekarang dikenal sebagai"Stella Maris", yang berarti Bintang Laut.  

Stella Maris sendiri adalah gelar kuno bagi Santa Perawan Maria, ibu Yesus Kristus, dalam bahasa Latin yang bermakna Bintang Samudra. Gelar ini pertama-tama digunakan pada abad ke-9 untuk merujuk Sang Perawan Maria. Bagian dari Maria ini, sebagai seseorang yang bertindak sebagai pembimbing dan pelindung mereka yang bekerja atau berlayar di laut, membuatnya menerima julukan Ratu Kami Sang Bintang Samudra, diangkat sebagai pelindung misi-misi Katolik bagi para pelaut, kerasulan di laut, dan membuat banyak gereja-gereja di tepi/dekat pantai yang diberi nama Stella Maris atau Maria Sang Bintang Samudra. 

Itulah sebabnya gereja ini dinamai Stella Maris. 

SEJARAH GEREJA STELLA MARIS 

Pada abad ke-12, selama pemerintahan Prajurit Perang Salib di wilayah itu, sekelompok pertapa religius mulai menghuni gua-gua di daerah ini dengan meniru Nabi Elia. Pada awal abad ke-13, pemimpin mereka dan sebelumnya (disebut dalam aturan hanya sebagai 'Brother B,' meskipun kadang-kadang diklaim, sekalipun tidak ada bukti pendukung, sebagai Santo Brocard atau Santo Bertold) meminta pelindung Yerusalem, Santo Albert, untuk memberi kelompok ini aturan tertulis selama menjalani kehidupan.  

Kelompok ini kemudian dikenal dengan nama ordo Karmelit: Order of the Brothers of Our Lady of Mount Carmel/Ordo Para Saudara Bunda Maria dari Gunung Carmel, didedikasikan kepada Perawan Maria, Bintang Laut, (dalam Bahasa Latin: Stella Maris).  

Dalam beberapa dekade, para pertapa ini meninggalkan Tanah Suci yang sedang bermasalah dan tersebar ke seluruh Eropa, sampai akhirnya pada tahun 1238, Ordo mulai menetap.  

Pada akhir perang salib pertama Santo Louis di Tanah Suci pada tahun 1254, ia membawa enam Karmelit kembali ke Prancis bersamanya.  

Ketika ibukota Kerajaan Tentara Salib Yerusalem, Santo Jean d'Acre, jatuh pada tahun 1291 ke tangan Mamluk, Karmelit dipaksa untuk mundur dari Tanah Suci.  

Pada 1631, ordo ini kembali ke Tanah Suci, dan membangun biara kecil di Gunung Carmel. Para biarawan tinggal di sana sampai 1761, ketika Zahir al-Umar, penguasa Galilea yang secara efektif independen, memerintahkan mereka untuk mengosongkan tempat itu dan menghancurkan biara.  

Ordo kemudian pindah ke lokasi sekarang, yang berada tepat di atas gua yang dipercaya pernah ditinggali oleh Nabi Elia. Di sini mereka membangun sebuah gereja besar dan biara. Setelah membersihkan tempat itu dari reruntuhan gereja Yunani abad pertengahan, yang dikenal sebagai "Biara St. Margaret" dan sebuah kapel, yang diperkirakan berasal dari masa Kekaisaran Bizantinum.  

Namun kemudian gereja baru ini rusak parah pada periode kampanye Napoleon tahun 1799. Para tentara Prancis yang sakit dan terluka ditampung di dalam biara, dan ketika Napoleon mengundurkan diri, orang-orang Turki membantai mereka dan mengusir para biarawan.  

Pada tahun 1821, Abdullah Pasha dari Acre memerintahkan agar gereja dihancurkan total sehingga tidak bisa berfungsi sebagai benteng bagi musuh-musuhnya, sementara ia menyerang Yerusalem. Para tukang batu dipekerjakan untuk membangun sebuah istana musim panas Abdullah Pasha dan sebuah mercusuar, yang kemudian dijual kembali ke ordo Karmelit pada tahun 1846.

 

HOPE-berbagai sumber

 

Pilgrimage Sites lainnya